Friday, 21 August 2015

Ketimpangan Perekonomian di Negeri Kaya Raya

TUGAS MPA FAKULTAS EKONOMI 2015
Nama : NUR SANIA
Jurusan : S1 MANAJEMEN

Tema : Mengidentifikasi permasalahan perekonomian di daerah Indonesia bagian timur dan berikan solusi konkret untuk mengatasinya

https://www.selasar.com/files/thumbnails/page_attachments/filename/article_heading_image/17925_pasar_papua_infopublik_id_777x325.jpg

Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki ribuan pulau dengan segala kekayaan alam yang tiada dua nya dan bisa menjadi ancaman terbesar bagi negara-negara di dunia. Karena jika dikelola dengan baik, Indonesia dapat memimpin perekonomian dari berbagai sektor karena unggul pada berbagai faktor. Namun, semua itu belum terwujud.

Setelah berpuluh tahun Indonesia merayakan kemerdekaan, masih saja terlihat kesenjangan pada pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Banyak kendala yang membuat perekonomian Indonesia tumbuh secara tidak merata. Namun, banyak pula usaha yang telah pemerintah lakukan guna mencegah serta mengatasi kesenjangan ekonomi di wilayah Indonesia.
Setelah semua upaya yang dilakukan, tetap saja terlihat ketimpangan pertumbuhan ekonomi antara wilayah satu dengan yang lainnya. Contoh ketimpangan yang terlihat jelas, adalah perekonomian yang terus meningkat di daerah perkotaan yang umumnya terdapat di Kawasan Indonesia Barat dengan Kawasan Indonesia Timur.

Ketimpangan tersebut dapat ditunjukkan dari rata-rata pendapatan Kawasan Indonesia Timur yang masih jauh di bawah pendapatan rata-rata penduduk di Kawasan Indonesia Barat. Namun, pemenuhan kebutuhan pokok di Kawasan Indonesia Timur masih sangat memprihatinkan diakibatkan melambungnya harga kebutuhan pokok seperti beras, bahan bakar, dan pemenuhan kebutuhan lainnya. Pemerataan perekonomian menjadi semakin sulit karena kurangnya sarana pemenuhan kebutuhan yang menjadi kunci utama kesejahteraan masyarakat Kawasan Indonesia Timur. Hal yang ikut berperan dalam ketimpangan tersebut adalah minim nya lapangan pekerjaan masyarakat Indonesia Timur yang membuat generasi baru hanya melanjutkan tradisi mata pencaharian generasi sebelumnya.

Satu hal yang membuat saya tertarik pada masalah ini, yaitu kurangnya pengetahuan serta penyuluhan terhadap masyarakat mengenai potensi ekonomi di daerah masing-masing.

Kawasan Indonesia bagian Timur sebenarnya memiliki potensi besar untuk memajukan perekonomian sekitarnya, jika dikelola dengan baik serta didasari dengan tanggung jawab. Kekayaan sumber daya alamnya yang belum tereksplorasi secara maksimal membuat pertumbuhan perekonomian di wilayah tersebut semakin terbelakang. Kurangnya pengetahuan akan pengelolaan dan inovasi membuat kekayaan sumber daya justru dimanfaatkan oleh tangan dari luar yang memiliki fasilitas jauh lebih profesional untuk meraup keuntungan dari sumber daya yang kita miliki.
Tak dapat dipungkiri, kita sudah banyak didahului oleh tangan asing yang menyadari adanya ‘tambang emas’ di tanah kita, terutama tanah Indonesia Timur. Kita hampir kehilangan apa yang menjadi harta sekaligus warisan yang seharusnya kita kelola sendiri karena didahului oleh tangan asing tersebut.

Jika berbicara soal solusi, satu-satunya cara adalah dengan membina masyarakat wilayah tersebut agar memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengelola kekayaannya sendiri. Kekayaan dalam arti sumber daya alam, sumber daya manusia, serta potensi dirinya. Peran pemerintah sangat penting dalam hal ini. Serta dibutuhkan tenaga-tenaga yang mampu melihat potensi besar di Kawasan Indonesia Timur dan membantu memajukannya. Karena sebanyak apa pun aspirasi yang disampaikan masyarakat, sebanyak apa pun keluhan yang di utarakan masyarakat, jika tidak ditindaklanjuti maka ketimpangan ini akan berlanjut tiada akhir.

Mungkin muncul pertanyaan, “Mengapa kita harus menggali potensi masyarakat?”

Mari beri contoh, bayangkan jika kita hidup di hutan dan tidak dibekali apa-apa, akan kah kita berdiam diri dan menunggu makanan serta kebutuhan hidup yang lain datang menghampiri kita? Tidak. Kita harus mencari tahu apa yang bisa hutan tersebut berikan untuk kita. Kita pun harus tahu, bagaimana mendapatkan kebutuhan dari hasil kerja sendiri, agar bisa tetap bertahan dari apa yang hutan tersebut miliki. Singkatnya, kita tidak akan mempunyai apa-apa jika tidak tahu harus berbuat apa. Serupa dengan perekonomian Indonesia, kita tidak akan menuai apa-apa, jika kita sendiri hanya merasa memiliki, namun tidak bisa menikmati.