TUGAS MPA FAKULTAS EKONOMI 2015
Nama : NUR SANIA
Jurusan : S1 MANAJEMEN
Tema : Mengidentifikasi
permasalahan perekonomian di daerah Indonesia bagian timur dan berikan solusi
konkret untuk mengatasinya
Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang memiliki ribuan pulau dengan segala kekayaan alam yang tiada dua nya dan bisa menjadi ancaman terbesar bagi negara-negara di dunia. Karena jika dikelola dengan baik, Indonesia dapat memimpin perekonomian dari berbagai sektor karena unggul pada berbagai faktor. Namun, semua itu belum terwujud.
Setelah
berpuluh tahun Indonesia merayakan kemerdekaan, masih saja terlihat kesenjangan
pada pertumbuhan ekonomi di berbagai sektor. Banyak kendala yang membuat
perekonomian Indonesia tumbuh secara tidak merata. Namun, banyak pula usaha
yang telah pemerintah lakukan guna mencegah serta mengatasi kesenjangan ekonomi
di wilayah Indonesia.
Setelah
semua upaya yang dilakukan, tetap saja terlihat ketimpangan pertumbuhan ekonomi
antara wilayah satu dengan yang lainnya. Contoh ketimpangan yang terlihat
jelas, adalah perekonomian yang terus meningkat di daerah perkotaan yang
umumnya terdapat di Kawasan Indonesia Barat dengan Kawasan Indonesia Timur.
Ketimpangan tersebut dapat ditunjukkan dari rata-rata
pendapatan Kawasan Indonesia Timur yang masih jauh di bawah pendapatan
rata-rata penduduk di Kawasan Indonesia Barat. Namun, pemenuhan kebutuhan pokok
di Kawasan Indonesia Timur masih sangat memprihatinkan diakibatkan melambungnya
harga kebutuhan pokok seperti beras, bahan bakar, dan pemenuhan kebutuhan
lainnya. Pemerataan perekonomian menjadi semakin sulit karena kurangnya sarana
pemenuhan kebutuhan yang menjadi kunci utama kesejahteraan masyarakat Kawasan Indonesia
Timur. Hal yang ikut berperan dalam ketimpangan tersebut adalah minim nya
lapangan pekerjaan masyarakat Indonesia Timur yang membuat generasi baru hanya
melanjutkan tradisi mata pencaharian generasi sebelumnya.
Satu
hal yang membuat saya tertarik pada masalah ini, yaitu kurangnya pengetahuan
serta penyuluhan terhadap masyarakat mengenai potensi ekonomi di daerah
masing-masing.
Kawasan Indonesia bagian
Timur sebenarnya memiliki potensi besar untuk memajukan perekonomian
sekitarnya, jika dikelola dengan baik serta didasari dengan tanggung jawab.
Kekayaan sumber daya alamnya yang belum tereksplorasi secara maksimal membuat pertumbuhan perekonomian di wilayah tersebut
semakin terbelakang. Kurangnya pengetahuan akan pengelolaan dan inovasi membuat
kekayaan sumber daya justru dimanfaatkan oleh tangan dari luar yang memiliki
fasilitas jauh lebih profesional untuk meraup keuntungan dari sumber daya yang
kita miliki.
Tak dapat dipungkiri, kita
sudah banyak didahului oleh tangan asing yang menyadari adanya ‘tambang emas’ di
tanah kita, terutama tanah Indonesia Timur. Kita hampir kehilangan apa yang
menjadi harta sekaligus warisan yang seharusnya kita kelola sendiri karena
didahului oleh tangan asing tersebut.
Jika
berbicara soal solusi, satu-satunya cara adalah dengan membina masyarakat
wilayah tersebut agar memiliki pengetahuan yang cukup untuk mengelola kekayaannya
sendiri. Kekayaan dalam arti sumber daya alam, sumber daya manusia, serta
potensi dirinya. Peran pemerintah sangat penting dalam hal ini. Serta dibutuhkan
tenaga-tenaga yang mampu melihat potensi besar di Kawasan Indonesia Timur dan
membantu memajukannya. Karena sebanyak apa pun aspirasi yang disampaikan
masyarakat, sebanyak apa pun keluhan yang di utarakan masyarakat, jika tidak
ditindaklanjuti maka ketimpangan ini akan berlanjut tiada akhir.
Mungkin muncul pertanyaan, “Mengapa kita harus menggali potensi
masyarakat?”
Mari
beri contoh, bayangkan jika kita hidup di hutan dan tidak dibekali apa-apa,
akan kah kita berdiam diri dan menunggu makanan serta kebutuhan hidup yang lain
datang menghampiri kita? Tidak. Kita harus mencari tahu apa yang bisa hutan
tersebut berikan untuk kita. Kita pun harus tahu, bagaimana mendapatkan
kebutuhan dari hasil kerja sendiri, agar bisa tetap bertahan dari apa yang
hutan tersebut miliki. Singkatnya, kita tidak akan mempunyai apa-apa jika tidak
tahu harus berbuat apa. Serupa dengan perekonomian Indonesia, kita tidak akan
menuai apa-apa, jika kita sendiri hanya merasa memiliki, namun tidak bisa menikmati.

No comments:
Post a Comment